Kunjungan ke P4S, BBPP Binuang Teken MoU dengan P4S Berlian Mengurai Mandiri

Category:

BERAU, HUMAS – Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) tampaknya cukup ampuh membantu perkembangan sekaligus kemajuan dunia pertanian. Apalagi di antara P4S kini memiliki fasilitas atau sarana pertanian dengan teknologi modern.

Sebut saja P4S Berlian Mengurai Mandiri. P4S yang dinakhodai Haris Sabran ini kini telah memiliki traktor roda empat, alat tanam padi atau rice transplanter, traktor roda dua, alat pengering jagung serta alat pemipil jagung.

Terkait proyek tananam, Haris Sabran, Ketua P4S Berlian Mengurai Mandiri, Sabtu (20/7/2019) mengaku jika dirinya kini lebih fokus pada tanaman padi lahan rawa dan pertanian terpadu.

“Kami berharap ke depannya P4S Berlian Mengurai Mandiri mendapatkan dukungan dari Pusat Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang,” tuturnya.

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam sambutannya setelah penandatanganan kesepakatan kerjasama pelatihan bidang sektoral pertanian terpadu mengatakan, petani harus berkelompok dan berusaha secara bersama merangkul kelompok-kelompok sekitarnya.

“Kebun bibit perkebunan Kementan sedang menggalakkan program perkebunan dan bisa menyuplai bibit kebun untuk para petani,” ujar Yulia.

Beberapa tahun ke depan, lanjutnya, BBPP Binuang akan menggalakkan program pelatihan penguatan Kelembagaan P4S di Berau.

Sementara itu, Kepala PPMKP Ciawi Heri Sulistyo mengatakan, dengan hamparan luas lahan rawa seluas lebih kurang 200 hektare lengkap dengan Alsintan berpotensi menjadi kebangkitan pertanian dan kesuksesan P4S.

“Semoga ini awal kebangkitan pertanian Kabupaten Berau secara umum, dan kesuksesan untuk P4S Berlian Mangurai,” imbuhnya.

Heri memaparkan, fokus pemerintah Presiden Jokowi, yakni kepada infrastruktur, SDM, investasi, reformasi birokrasi dan penggunaan anggaran. Untuk itu, pihaknya selaku Kementan akan fokus pada SDM Pertanian berkolaborasi dengan P4S dengan pola penguatan kelembagaan bagi P4S.

“Di Kalimantan, dengan lahan yang tersedia luas perlu mekanisasi. Sehingga lahan dikelola secara efektif dan produktif, pengelolaan lahan dengan robotik dalam pengolahan lahan. Ke depannya harus sepertiĀ ini, sehingga perlu terus berlatih dan tempat model pertanian full mekanisasi sehingga petani bisa belajar ke Berau,” harapnya.

Hadir dalam penandatanganan MoU, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Utara Andi sandiaji, Kepala PPMKP Ciawi Heri Sulistyo, Ketua Forum Komunikasi (FK) P4S Provinsi Kalimantan Timur Andi Burhan, serta Anggota DPRD Provinsi Kaltim Rusyanto Kiang.[retno/bayu]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *