Hadiri Seminar di Martapura, Dedi Nursyamsi Apresiasi Kinerja Penyuluh Pertanian

Category:

MARTAPURA, Pidato bertajuk “Penyuluh Berkarakter Sebagai SDM Unggul untuk Pertanian Indonesia” disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Prof Dedi Nursyamsi dalam Seminar Penyuluhan di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (10/10/2019).

“Ketahanan pangan menjadi kekuatan suatu negara. Negara yang tidak kuat ketahanan pangan bisa bubar,” tegas Dedi.

Deni memaparkan, awal mula runtuhnya Uni Soviet yang saat itu dipimpim oleh Gorbachev di tahun 1988 dilanda kekeringan panjang, sehingga mengalami gagal panen yang berdampak kepada krisis pangan, krisis ekonomi dan krisis sosial. Hingga kemudian demo pun terjadi di mana-mana.

“Akhirnya Soviet bubar. Bangsa yang tidak bisa mengatasi krisis pangan akhirnya bubar,” jelasnya.

Sebaliknya pada tahun 1984, Presiden Indonesia Soeharto pada saat itu mendapatkan penghargaan dari negara pengimpor pangan terbesar menjadi negara swasembada pangan melalui program Bimas dan Inmas dengan diluncurkannya varitas padi PB, pengendalian hama dan penyakit terpadu dan pengolahan hasil.

Hal ini, lanjut Dedi, tidak terlepas dari peran Penyuluh Pertanian yang semua turun ke lapangan dan mendapatkan fasilitas motor trail sehingga menjadi idaman masyarakat desa.

“Faktanya bisa swasembada, karena kerja dari Penyuluh Pertanian. Kerja keras itu juga dibuktikan pada tahun 2015 terjadi kemarau panjang dan El nino. Apakah tahun 2015 terjadi krisis pangan?,” tanya Dedi yang dijawab audien dengan tegas “tidak..!”.

Karena, tambah Dedi, dengan adanya program Upsus dengan pemberian bantuan paket pompa air dan embung, meski kemarau panjang tidak terjadi krisis pangan.

“Ini karena kerja Penyuluh Pertanian bersama TNI. Walaupun baru-baru ini sempat impor beras adanya Pemilu hanya sebagai cadangan pangan,” imbuhnya.

Menurut Dedi, semua SDM terkait dengan pertanian harus profesional, andal dan entrepreneur. Untuk menghasilkan SDM yang andal, profesional dan entrepreneurship, diperlukan Penyuluh Pertanian yang profesional dan andal dan entrepreneurship pula.

“Tunjukkan dedikasi dan kinerja guna mewujudkan lumbung pangan dunia 2045. Ditunjang inovasi teknologi dan infrasrtuktur,” tandasnya.

Turut hadir pada ada seminar Penyuluhan Pertanian ini Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si.

“Kami mensupport dan berkomitmen membangun SDM pertanian yang andal, profesional dan memiliki jiwa wirausahawan melalui peningkatan kapasitas penyuluh,” tutur Yulia.[bayu]

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *