Upgrade Pengetahuan Teknologi Pertanian PPL dan Babinsa, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Tematik Padi Lahan Rawa

Category:

SANGATTA, HUMAS – Mengawali bulan Oktober 2019, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali menggelar pelatihan. Kali ini, Selasa (1/10/2019), BBPP Binuang menyambangi Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur untuk menggelar pelatihan Tematik Padi Lahan Rawa Angkatan XI.

Tak kurang dari 30 peserta mengikuti pelatihan ini. Peserta berasal dari desa dan kecamatan di Kabupaten Kutai Timur yang terdiri atas Penyuluh Pertanian, Petugas LTT Upsus dan Babinsa.

Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga, mulai 1 hingga 3 Oktober 2019 di Camp KPC Bengalon di Desa Sepaso Timur, Kecamatan Bengalon.

Pembukaan Pelatihan dihadiri langsung Kepala BBPP Binuang Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kutai Timur Sugiono S.PKP, perwakilan BPTP Kalimantan Timur Nita dan Tim Widyaiswara BBPP Binuang serta rekan Penyuluh Pertanian setempat.

Dalam sambutannya, Yulia menekankan agar peserta mengikuti pelatihan dengan baik, memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari persiapan dan pengelolaan air, pengendalian hama penyakit dan panen dan pasca panen padi lahan rawa.

Ini tentunya, lanjut Yulia, akan mendukung produktifitas padi di Kutai Timur sekaligus meng-up grade pengetahuan informasi pertanian dan teknologi. Terlebih Kabupaten Kutai Timur sebagai pelaksana Upsus Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) dan Optimalisasi Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian wilayah Kalimantan Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Sugiono saat memberikan sambutan sekaligus membuka pelatihan berpesan agar peserta pelatihan di wilayahnya semakin semangat dan bangga memajukan pertanian Kutai Timur bertani.

Apalagi Kalimantan Timur sebagai Ibukota Negara, Kutai Timur sangat diharapkan menjadi salah satu kabupaten penyangga pangan. Ini artinya peluang pertanian untuk maju semakin besar.

Selain teori hari pertama pelatihan, untuk memantapkan pemahaman dan pengalaman peserta pelatihan, di hari kedua semua peserta pelatihan akan dibawa untuk praktik langsung seleksi benih, pembuatan pupuk organik pestisida nabati dan kunjungan ke lahan rawa untuk analisis tanah persiapan tanam.[tota/bayu]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *