Dukungan Kementan, BBPP Binuang Gelar Dua Pelatihan Tematik

Category:

BINUANG, Dua pelatihan tematik sekaligus resmi dibuka Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si di aula Bangkinang Kampus BBPP Binuang, Minggu (17/11/2019).

Dua pelatihan ini, yakni Pelatihan Tematik Agen Hayati dan Pelatihan Tematik Pengolahan Hasil. Tak kurang dari 65 petani peserta Peda KTNA 2019 Kalsel yang berasal dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan mengikuti pelatihan tematik ini.

Pelatihan ini rencananya digelar selama tiga hari, mulai 17 hingga 19 November 2019. Para pelatih pada kegiatan edukasi pertanian ini berasal dari Widyaiswara BBPP Binuang.

Pelatihan ini adalah salah satu bentuk partisipasi dan dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap penyelenggaraan Peda KTNA Kalsel. Usai pelatihan, para peserta diharapkan mampu meningkatkan skiil dan pengetahuan terhadap pertanian modern.

Dalam amanatnya Yulia mengatakan, trend terbaru dalam pengelolaan pertanian masa kini adalah pertanian organik.

“Pertanian organik tidak memiliki dampak negatif, melainkan dampak positif yang ditimbulkan cukup banyak seperti ekosistem, lingkungan terjaga,” terangnya.

Menurut Yulia, kesuburan dan kesehatan tanah terjaga, dan kualitas hasil produksi juga terjaga sehingga aman dikonsumsi.

Yulia juga mendorong seluruh peserta pelatihan agar bertani dengan model pertanian terpadu zero waste.

“Bangun usaha bersama khusus tertentu, jangan berusaha tani yang bersifat individu,” pinta Yulia.

Sementara itu Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo dalam sebuah kesempatan mengingatkan seluruh pelaku pertanian untuk selalu menguatkan antara satu dengan yang lain dan kompak dalam memajukan pertanian di Tanah Air.

“Saya akan jaga kalian sampai ke rumah kalian. Pak sekjen, kalau ada pegawai Kementan yang meninggal, bantu tenda dan lain-lainnya,” tuturnya.

Syahrul ingin semua rukun dan jangan ada yang bertengkar. “Istri harus dijaga, jangan kalian genit-genit di luar lupa sama istri di rumah. Istri saya adalah jimat saya,” imbuhnya.

“Kita harus care each other, share each other. Jangan Ada yang menjelek-jelekkan orang lain ke saya. Saya Paham tentang kejahatan. Saya Paham apa yang permasalahan hanya dengan melihat mata anda, dan ruang kerja anda,” jelasnya.

Syahrul berjanji datang lagi. “Di sini semua harus lebih baik, ruangan lebih indah dan baik, cara berjilbab lebih cantik. Saya suka makan di kantin. Saya akan sering berkeliling. Ruang kerja saya termasuk ruang Dirjen dan Direktur semua Eselon 1,” pungkasnya.[bayu]

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *