BBPP Binuang Gelar ATC, Sesba PPSDMP: Kemajuan Pertanian Indonesia Tergantung Generasi Muda

Category:

BINUANG, BBPP – Kemajuan dunia pertanian di masa depan, tentu sangat tergantung dengan generasi muda. Karena itu, komitmen generasi muda dalam mengembangkan pertanian Indonesia ke arah pertanian modern, sangat dibutuhkan.

Upaya membekali dan mengembangkan potensi generasi muda, juga menjadi komitmen Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. Didasari tanggung jawab inipula, BBPP Binuang menggelar Agricultural Training Camp (ATC) di Kampus BBPP Binuang, Kabupaten Tapin.

Kegiatan yang digelar dari 17 hingga 21 September 2018 ini juga merupakan salah satu kegiatan pengenalan pertanian bagi generasi muda. Kegiatan lima hari ini dikemas dalam bentuk perkemahan.

Tercatat sebanyak 30 peserta, terdiri dari lima siswa plus satu guru pembimbing andil dalam ATC 2018 ini. Lima sekolah yang berpartipasi dalam ATC ini, di antaranya SMAN 1 Binuang (Tapin), SMAN 1 Tapin Selatan (Tapin), SMAN Salam Babaris (Tapin), SMAN 2 Martapura (Banjar), dan SMAN 1 Mataraman (Banjar).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris BPPSDMP, Dr. Andriko Noto Susanto, SP, MP di Aula BBPP Binuang, Senin (17/9/2018). Pada kesempatan ini, Andriko memberikan pesan kepada generasi muda untuk berpartispasi aktif dalam pembangunan pertanian, yaitu dengan melanjutkan kegiatan ATC di sekolah atau rumah masing-masing.

“Peserta ATC harus berkomitmen untuk membawa pertanian Indonesia ke arah pertanian modern. Sebab kemajuan pertanian Indonesia bergantung pada komitmen generasi muda,” jelasnya.

Materi pelatihan ini, antara lain pengenalan alat dan mesin pertanian serta penyadaran minat agribisnis. Peserta juga melakukan praktik budidaya aromatika, praktik budidaya jagung, praktik budidaya hidroponik, dan praktik pengolahan hasil pertanian.

Selain untuk mendukung program pemerintah, materi yang diberikan juga didasarkan pada potensi lokal Kalimantan serta prospek pertanian modern.

Peserta pelatihan ini tampak sangat antusias mengikuti seluruh proses pelatihan. Ini ditunjukkan dengan komitmen yang tinggi meskipun kegiatan dimulai pukul 06.00 Wita.[bayu/kahfi]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *