Di Daerah Ini, Bilungka Langkang Jadi Ikon Buah Ramadan

Category:

BANJARMASIN, BBPPBNG – Momen Ramadan tampak menjadi berkah tersendiri bagi pedagang buah musiman, khususnya bagi pedagang yang menjual buah Bilungka Langkang, atau Timun Suri.

Itu karena, permintaan pasar akan buah dengan wangi khas serta daging yang lembut ini, terbilang tinggi saat bulan Ramadan. Bahkan di sejumlah daerah, buah yang juga disebut dengan Bilungka Batu ini juga sudah menjadi ikon buah bulan puasa.

Sebut saja di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pedagang buah Bilungka Langkang terlihat menjamur, bak jamur di musim hujan. Hampir di setiap sudut kota, selalu ada pedagang yang menjajakan buah dengan rasa relatif tawar ini.

Menurut salah seorang pedagang Bilungka Langkang, Nain, Senin (29/5/2018), buah Bilungka Langkang ini sebenarnya sudah ada yang panen sebelum Ramadan. Hanya saja, saat bulan Ramadan seperti sekarang, panen buahnya hampir bersamaan.

“Kebetulan di bulan puasa buah ini banjir (red, banyak yang memasok ke kota). Tapi memang, hampir setiap tahun, Bilungka Langkang ini selalu panen besar saat bulan puasa,” tuturnya.

Nain mengakui jika keuntungan menjual Bilungka Langkang memang lebih besar ketimbang di luar bulan puasa. Itu tak lepas dari kebiasaan sebagian besar masyarakat yang lebih suka berbuka puasa dengan menu buah ini.

“Mungkin karena buahnya lembut, harum dan juga bagus untuk pencernaan. Apalagi saat berbuka puasa, sangat pas. Kebiasaan berbuka dengan Bilungka Langkang ini, tentunya berimbas juga pada keuntungan pedagang,” jelas Nain.

Yanti, salah seorang pembeli Bilungka Langkang mengungkapkan, hampir setiap hari dirinya bersama keluarga berbuka puasa dengan menu utama Bilungka Langkang. “Apalagi suami saya, Bilungka Langkang sudah jadi menu wajib,” imbuhnya.

Ibu tiga anak ini mengatakan, selain harganya sangat murah, Bilungka Langkang ini juga diyakini sangat pas untuk kebutuhan pencernaan saat berbuka puasa. “Buahnya lembut, harum, dan pastinya murah dan tetap sehat,” ujarnya.

Harga jual Bilungka Langkang memang terbilang sangat murah. Untuk satu kilogram, Bilungka Langkang hanya dijual di kisaran Rp5 ribu hingga Rp6 ribu. Biasanya, untuk mengonsumsi buah ini, cukup dicampur dengan sirup atau susu kental manis. Akan lebih nikmat bila ditambah dengan jenis-jenis buah segar lainnya.

Di Kalimantan Selatan sendiri, hampir semua buah Bilungka Langkang dipasok dari Kabupaten Tapin, khususnya dari Desa Batang Lantik. Kebetulan di desa ini, sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani kebun.

Daerah Tapin sejauh ini memang dikenal sebagai salah satu penghasil produk pertanian. Apalagi di kabupaten ini ada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang mempunyai tugas pokok dan fungsi melatih petani berbudidaya tanaman.[mia/abs]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *