Dipusatkan di Kutai Barat, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Tematik Tumpangsari Angkatan II

Category:

SENDAWAR, HUMAS – Sebagian wilayah di Indonesia memiliki lahan kering yang cukup luas. Kondisi ini tentu menjadi sia-sia jika tidak diberdayakan. Untuk itu, perlu program pengelolaan agar lahan kering bisa bermanfaat secara maksimal.

Adalah Program Upaya Khusus (Upsus) yang diyakini Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas strategis.

Pertanaman tumpangsari sebagai salah satu usaha intenfikasi yang memanfaatkan ruang dan waktu, banyak dilakukan, terutama pada pertanian lahan semput, lahan kering atau lahan tadah hujan.

Tumpangsari padi gogo, jagung dan kedelai merupakan suatu bentuk pola tanam campuran (polyculture) antara tanaman padi gogo dan kedelai, pada satu areal lahan dalam waktu yang bersamaan dengan tidak mengurangi jumlah populasi masing-masing tanaman.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus konsisten meningkatkan kapasitas SDM pertanian dengan menyelenggarakan pelatihan, salah satunya Pelatihan Tematik Tumpangsari Angkatan II.

Pelatihan Tematik Tumpangsari Angkatan II sendiri dilaksanakan selama tiga hari mulai 25 hingga 27 Juni 2019. Pelatihan ini dilangsungkan di Desa Rapak Oros, Kecamatan Linggang Biggung, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang berasal dari Kabupaten Kutai Barat.

Kasi Pelatihan Non Aparatur BBPP Binuang, Jirry Dwi Sambodo Suryaning Projo SE saat melakukan pendampingan pelatihan tematik, Rabu (26/6/2019) mengatakan, dengan lahan baru yang dibuka oleh petani tentu perlu adanya pelatihan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Sebagai kontribusinya, BBPP Binuang mengadakan pelatihan terhadap petani dan kesejahteraan petani di Desa Rapak Oros, Kecamatan Linggang Biggung Kabupaten Kutai Barat,” jelas Jirry.

Materi pada pelatihan ini terkait pengetahuan seputar tumpangsari berkelanjutan, pemilihan pupuk, PH air, cara tanam tumpangsari, dan penanganan bibit tanam.[irfan/bayu]

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *