Identifikasi Kebutuhan Pelatihan di Kabupaten Lamandau

Category:
NANGA BULIK, HUMAS – Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali melakukan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan (IKP) vokasi dan calon peserta sertifikasi kompetensi keahlian bidang pertanian organik dan mandor pemeliharaan kebun kelapa sawit.
Kali ini, Rabu (27/3/2019), IKP dilangsungkan di Komplek Perkantoran Nanga Bulik, Lamandau. Untuk menyukseskan kegiatan ini, BBPP Binuang bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanakan) Kabupaten Lamandau.
Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan  IKP, BBPP Binuang mengutus Yusuf Rijayanto MA dan Retno Hermawan M.Si sebagai petugas IKP. Keduanya bertugas mengidentifikasi calon peserta sertifikasi kompetensi di kecamatan sentra pertanian organik dan perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan ini juga tak lepas dari andil Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Lamandau.
“Semua peserta yang sudah lolos identifikasi dan verifikasi dari petugas, nantinya akan dilatih sesuai kurikulum sesuai bidangnya dan akan ada proses pemberian sertifikat kompeten melalui uji kompetensi yang mengacu pada standart kompetensi kerja baik sesuai SKKNI,” terang Retno.
Sementara itu, Kasie Ketenagaan Distanakan Lamandau, Dewi Ernawati S.Tp mengemukakan, calon peserta yang berada di daerahnya sudah memenuhi syarat yang diajukan dari BBPP Binuang.
Antara lain, lanjut Dewi, syarat untuk vokasi pertanian organik adalah berpengalaman di bidang pertanian organik minimal satu tahun, mengusahakan pertanian organik dan belum pernah mengikuti pelatihan serta sertifikasi profesi pertanian organik.
“Sementara untuk vokasi mandor kebun kelapa sawit, persyaratannya ialah berpengalaman di bidang kebun Kelapa sawit, bekerja di kebun sawit dan belum memiliki sertifikasi kompetensi perkebunan kelapa sawit,” tutupnya. [retno/bayu]
Bagikan :

TAGS:

ikp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *