Kacang Bogor Berpotensi Dikembangkan Di Kalsel

Category:

BINUANG, Panen kacang bambara atau yang lebih dikenal dengan kacang bogor dilangsungkan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Kamis (21/6/2018).

Panen kali ini merupakan panen generasi keempat, pasca panen pertama kali pada 2012. Benih berasal dari biji lokal Lembang, Jawa Barat.

Menurut Ramadhani K.A, SP, MS, Widyaiswara (Pelatih) dari BBPP Binuang, kacang bogor merupakan sejenis kacang-kacangan yang berasal dari Afrika. Dari Afrika, kacang ini tersebar sampai ke Amerika Selatan hingga akhirnya berkembang di Indonesia. “Di Indonesia, kacang bogor banyak dikembangkan di dataran tinggi seperti Bogor dan Bandung,” terang Ramadhani.

Sekarang, lanjutnya, beberapa daerah di Indonesia seperti Sukabumi, Majalengka, Tasikmalaya, Jawa Tengah (Pati dan Kudus), Jawa Timur (Gresik), Lampung, NTB dan NTT, juga menjadi lokasi dikembangkannya kacang bogor. “Kacang bogor mempunyai banyak keunggulan, antara lain mampu tumbuh di daerah yang miskin hara. Selain itu kacang bogor mempunyai kandungan protein yang tinggi dan rendah lemak, di mana sebagian besar kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh dimana sangat penting bagi kesehatan tubuh,” paparnya.

Kacang bogor dipanen pada umur 120 hari. Jumlah polong per tanaman bervariasi antara 11 hingga 72 buah dengan rata-rata 40 buah polong. Kacang bogor varietas lokal Lembang yang ditanam di BBPP Binuang mempunyai potensi hasil 11,524 ton per hektar polong basah atau 2,881 ton per hektar biji kering.

“Dengan potensi hasil tersebut, kacang bogor varietas lokal lembang berpotensi untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan,” pungkas Ramadhani (rka)

Bagikan :

TAGS: