KONTROVERSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PANGAN

Category: ,

KONTROVERSI MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PANGAN

 Oleh:
Asri Puspita Wardhani, M.Sc.
Calon Widyaiswara Ahli Pertama – BBPP Binuang

 

Monosodium glutamate (MSG) merupakan gabungan antara komponen garam sodium dan asam glutamat yang bersifat sangat larut dalam air yang dibuat melalui proses fermentesi tetes tebu (cane molasses) dan diikuti proses pemurnian dan kristalisasi. Di Indonesia, MSG banyak digunakan dalam industry rumah tangga dan dikenal sebagai penyedap makanan dengan berbagai istilah seperti vetsin atau micin. MSG digunakan untuk meningkatkan rasa dan aroma pada makanan, sehingga rasa yang ditimbulkan oleh MSG didefinisikan sebagai rasa kelima setelah rasa asin, manis, asam dan pahit. Orang Jepang menyebut rasa kelima ini sebagai “umami”, sedangkan dalam bahasa inggris disebut dengan “savory” yang diidentikkan dengan rasa sedap atau gurih.

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *