Kunjungi BBPP Binuang, Kepala Badan PPSDMP Ingatkan Empat Kunci Sukses

Category:

BINUANG, MK – Kunjungan kerja ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang dilakukan Kepala Badan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr Ir Momon Rusmono MS, Jumat (23/3/2018). Dalam kunjungan ini, Momon menyampaikan arahan tentang empat kunci sukses bekerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Momon, empat kunci sukses bekerja tersebut, yakni Terbaik, Fokus, Cepat, dan Berorientasi hasil.

“Pertama Terbaik. Jadilah yang terbaik, karena bekerja yang baik saja tidak cukup, kita harus bekerja lebih baik, curahkan pikiran kita sehingga betul-betul hasilnya yang terbaik. Pengertian terbaik di dalam bekerja tidak dilihat pada hasilnya saja, tetapi dilihat dari usahanya dan prosesnya. Tidak ada alasan untuk tidak lebih baik, sehingga bekerjalah menjadi lebih baik,” paparnya.

Kemudian kedua, lanjutnya, Fokus. “Fokus. Bekerja di Kementerian Pertanian secara garis besar ada dua yang pertama mengikuti arahan pimpinan dan yang kedua menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi. Sebagai PNS Kementan arahan pimpinan harus segera dieksekusi, tidak boleh didiskusikan. Fokus pada arahan pimpinan juga harus menunda anggaran yang tidak penting, namun target yang nampak segera kerjakan,” jabarnya.

Ketiga, imbuhnya lagi, adalah Cepat. “Cepat. Bekerja harus cepat, harus terbiasa dengan kerja cepat karena kalau tidak terbiasa akan terasa berat. Seseorang pemimpin memberikan arahan kepada bawahannya harus cepat dan tetap dikontrol. Jika ingin kerja cepat salah satu caranya adalah dengan menguasai Teknologi Informasi dan Komunikasi,” urainya.

Terakhir keempat, tambahnya, adalah Berorientasi hasil. “Beriorientasi hasil. Setiap kegiatan yang menggunakan anggaran harus berorientasi hasil,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Momon juga mengatakan, sebagai ASN harus memiliki dua prinsip kerja. “Pertama loyal kepada pimpinan, walaupun kita berbeda pendapat tetapi kita harus tetap loyal,” ujarnya.

Loyal yang dimaksud Momon adalan dalam artian positif. Karena loyal juga harus mampu menjaga agar pimpinan jangan sampai ada serangan dari luar, sehingga dapat menurunkan kinerja organisasi.

“Di dalam menggerakkan organisasi, jika tidak sependapat maka akan menjadi berat untuk mencapai tujuan organisasi, apalagi dengan target kerja yang sangat tinggi,” tuturnya.

Setelah loyal, ASN juga harus kredibel atau profesional. “Kedua, seorang ASN harus kredibel, untuk menjadi profesional ASN harus belajar terus mengembangkan diri. Seorang ASN cerdas, profesional, ahli, tetapi tidak loyal maka dijamin tidak akan bisa menjadi apapun di dalam sebuah organisasi,” tutupnya. [bayu]

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *