Lagi, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Dasar Fungsional Bagi PNS PPL Di Kalbar

Category:

ANJUNGAN, BBPP – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) tentu harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan tupoksinya. Ini terbilang penting, mengingat kemampuan Sumber Daya Manuasia (SDM) PPL sangat berperan bagi kemajuan petani maupun pertanian.

Ini juga tampak sangat disadari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. Karena itu, bekerjasama dengan Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian (BPP) Anjungan, Kalimantan Berat, BBPP Binuang menggelar pelatihan.

Tercatat sebanyak 72 peserta mengikuti Pelatihan Fungsional Dasar Penyuluhan Pertanian Ahli dan Terampil di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pertanian Anjungan, Kamis (25/7/2018).

Pelatihan Fungsional Dasar Penyuluhan Pertanian Terampil Angkatan VIII dan Ahli Angkatan IV ini sendiri dibuka langsung Kepala BBPP Binuang, DR Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si, Jumat (26/7/2018).

Pelaksanaan kedua angkatan pelatihan akan berlangsung selama 21 Hari, dari 25 Juli hingga 15 Agustus 2018. Ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi penyuluh pertanian. Dengan demikian, nantinya PPL memiliki kemampuan dalam melaksanakan tupoksi penyuluhan sesuai dengan Permen PAN No. 2/2008.

Pada kesempatan ini, Kepala BBPP Binuang, DR Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si, menekankan kepada peserta pelatihan untuk serius dan sungguh-sungguh mengikuti kegiatan pelatihan ini.

“Semua peserta akan dinilai mulai dari pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta selama mengikuti kegiatan pelatihan. Apabila ada peserta yang dinilai tidak serius dalam mengikuti pelatihan dan tidak memenuhi kriteria standar kehadiran pelatihan, maka dinyatakan tidak lulus,” tegas Yulia.

Pelatihan ini juga ditandai dengan pengalungan Kartu Tanda Pengenal Peserta secara simbolis oleh Kepala BBPP Binuang kepada perwakilan peserta, dan dilanjutkan dengan memberikan materi pengembangan budaya kerja dan kode etik penyuluh pertanian.

“Profesi sebagai penyuluh pertanian adalah sebuah profesi yang mulia. Profesi yang dapat membantu mengangkat harkat martabat dan kesejahteraan petani melalui ilmu seorang penyuluh pertanian,” tutur Yulia.

Sementara itu, pemaparan materi ditutup dengan sebuah motivasi yang menggugah peserta penyuluh pertanian untuk terus berkarya dan bekerja.[retno/bayu]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *