Maksimalkan Potensi Ekonomis Telur, UKM Hikmah Mufakat Gelar Pelatihan Pengolahan Telur Asin

Category:
MARTAPURA, MK – Pertemuan pembinaan kelompok peternakan se-Kecamatan Cintapuri, Kabupaten Banjar digelar UKM Hikmah Mufakat di Aula Kantor Kecamatan Cintapura Darussalam, Rabu (13/1/2019).
Salah satu narasumber pelatihan yang diikuti delapan kelompok peternak di Cintapuri, yakni Febtu Arisandi S.TP, didatangkan dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.
Kegiatan ini dibuka Sekcam Cintapuri Darussalam, Hadariah S.Pt. Tampak hadir dalam pembukaan ini perwakilan BPTU Pelaihari, drh. Widi, Kepala BPP Cintapuri, perwakilan PT Talenta Bumi Grup, Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar.
Saat pembukaan, Sekcam Hadariah mengatakan, kegiatan seperti ini sangat baik dan kiranya bisa terus dilaksanakan di Kecamaran Cintapuri, terutama dalam pengendalian penyakit pada ternak unggas seperti ende, tetelo, sampar.
Selain itu, lanjut Hadariah, juga untuk menggali potensi pengolahan telur untuk meningkatkan nilai jual dan umur simpan produk.
“Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak yang besar dalam mengembangkan perekonomian masyarakat, sehingga kesejahteraan semakin meningkat. Karenanya setiap materi yang disampaikan harus dapat diserap peserta secara optimal,” jelasnya.
Pelatihan pengolahan telur mentah menjadi telur asin merupakan salah satu cara untuk meningkatkan lama umur simpan telur, serta nilai jual telur.
Proses pembuatan telur asin terbilang mudah dan dapat diterapkan di skala rumah tangga. Selain prosesnya simpel dan hanya menggunakan alat, bahannya juga ada di sekitar.
Sementara itu saat memberikan materi pelatihan, Febtu Arisandi memaparkan, proses pembuatan telur asin secara prinsip ada dua, yaitu secara perendaman dan pembaluran.
“Untuk proses perendaman, telur setelah dibersihkan langsung direndam dalam larutan garam, dengan perbandingan 1:3 untuk garam dan air,” jelasnya.
Lama perendaman, lanjutnya, kurang lebih 12 hari. Setelah direndam telur dibersihkan dengan air mengalir, kemudian direbus selama 30 menit.
“Sedang untuk proses pembaluran, sebelumnya dibuat adonan antara bubuk batu bata merah atau abu gosok dengan garam, dengan perbandingan 1:3. Setelah itu diberi air sedikit demi sedikitĀ  hingga campuran bisa dikepal,” ujarnya.
Kemudian, terangnya lagi, campuran tadi dibalurkan di sekeliling telur dengan ketebalan kurang lebih 0,5 sentimeter. Telur yang telah dibalur disimpan pada tempat yang kering dan bersih, biarkan selama kurang lebih 12 hari.
Setelah disimpan selama 12 hari telur dibersihkan kemudian direbus selama 30 menit.
“Pembuatan telur asin yang disampaikan pada kegiatan ini diharapkan mampu diterapkan di kalangan kelompok peternak unggas,” pinta Febtu.
Dengan demikian, pengolahan telur asin ini mampu meningkatkan pendapatan para kelompok, di samping juga menjual telur segar. Pengolahan telur ini juga akan meningkatkan umur masa simpan telur yang belum sempat dipasarkan secara langsung.
“Selain itu juga, semoga pengolahan telur asin ini mampu meningkatkan daya konsumsi telur yang memiliki kandungan nutrisi tinggi, terutama telur asin di lingkungan rumah tangga kelompok peternak,” pungkas Febtu.[bayu/febtu]
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *