Optimalkan Pemanfaatan Alsintan di Kutai Barat, BBPP Binuang Latih Penyuluh Dan Babinsa

Category:

BARONG TONGKOK, BBPPBINUANG – Peningkatan pengetahuan penyuluh pertanian, penting dilakukan. Dengan penyuluh berkualitas, tentunya bakal berdampak pada kemampuan petani dalam mengolah lahan secara lebih maksimal.

Didasari hal itu, Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat bekerjasama dengan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menggelar pelatihan tematik pengelolaan dan operator Alsintan.

Kali ini, Kamis (12/7/2018), pelatihan tematik dilangsungkan di Kutai Barat. Kegiatan ini dibuka langsung Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Ir Finsen Allotodang, dan dihadiri Kepala BBPP Binuang, Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 20 penyuluh pertanian plus 10 Babinsa. Pelatihan ini merupakan wujud perhatian pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan penyuluh dan Babinsa dalam mengelola dan mengoperasikan Alsintan, dengan tujuan dapat menyampaikan hasil pelatihannya kepada petani binaannya.

Dalam sambutannya, Finsen mengharapkan, melalui pelatihan ini akan dapat memenuhi kebutuhan para penyuluh di Kutai Barat, terutama untuk mendapatkan ilmu tentang pengelolaan dan pengoperasian Alsintan sehingga dapat menunjang pengoptimalan pemanfaatan Alsintan yang selama ini telah banyak dialokasikan pemerintah, baik pusat maupun daerah kepada kelompok tani maupun brigade Alsintan yang selama ini belum optimal pemanfaatannya.

“Pelatihan ini diharapkan berdampak dalam mendukung program-program pemerintah saat ini, untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui program Upsus,” jelas Finsen.

Finsen juga berharap banyak, melalui pelatihan yang cukup singkat ini dapat merubah motivasi melalui penyuluh agar petani dapat meningkatkan IP dari 1 menjadi IP 2, sehingga target-target dapat tercapai.

“Kabupaten Kutai Barat belum dapat memenuhi kebutuhan beras sendiri (hanya 40 persen) yang saat ini masih sangat bergantung suplai dari daerah Sulawesi Selatan. Kami berharap agar lahan pertanian benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menanam padi untuk mencukupi kebutuhan beras,” harap Finsen.

Sementara itu, Kepala BBPP Binuang Yulia pada pembukaan pelatihan turut memotivasi para peserta, baik penyuluh maupun Babinsa untuk bersama-sama bekerja lebih untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan beras, khususnya di wilayah Kutai Barat.

“Dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan, diharapkan dapat meningkatkan produksi dengan meningkatkan IP menjadi 2,” tutur Yulia.

Yulia meminta untuk bisa mengoptimalkan pemanfaatan Alsintan melalui kelembagaan Upja dan Brigade Alsintan yang ada. Ini agar penggunaan Alsintan dapat terkendali dan terkontrol, dan diharapkan penyuluh melakukan pencatatan jenis alat dan penggunaannya.

“Dan hal yang menjadi penting saat ini adalah melaporkan aktivitas Slsintan yang ada di wilayah kerja penyuluh pertanian untuk mendukung program Opsin yang sedang berjalan,” katanya.

Pelatihan ini tentu saja disambut antusias para peserta di setiap sesinya, baik saat teori maupun praktik pengoperasian Alsintan, mulai awal hingga penutupan berlangsung.

Alsintan yang dibahas dalam pelatihan ini, antara lain Rice Transplanter, Traktor Roda Dua dan Power Threser, serta pengelolaan Alsintan dalam Manajemen Upja.[swd/abs]

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *