Pelatihan Tematik Pengelolaan dan OperatorAlsintan Kab. Bulungan

Category:

TANJUNG PALAS, 23/07/18. Komitmen BBPP Binuang untuk mengoptimalkan  pemanfaatan alsintan dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas padi, jagung dan kedele di provinsi Kaltara salah satunya diwujudkan dengan menyelenggarakan pelatihan tematik pengelolaan dan operator alsintan bagi Penyuluh Pertanian dan Babinsa di Kabupaten Bulungan.

Pelatihan yang diselenggarakan bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan dibiayai dari DIPA BBPP Binuang,  dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Juli 2018 di BPP Tanjung Palas Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan.  Pelatihan diikuti oleh 30 orang terdiri dari 24 orang Penyuluh Pertanian dan 6 orang  Babinsa TNI AD.

 

Pelatihan tematik kali ini fokus pada  materi mengoperasikan rice transplanter.  Dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan peserta dapat mengoperasikan rice transplanter, dan selanjutnya dapat membina dan membimbing petani di wilayah binaan masing-masing untuk menggunakan dan mengoptimalkan pemanfaatan rice transplanter bantuan pemerintah yang sudah diterima.

Selain itu pelatihan ini juga menjadi ajang koordinasi  bagi BBPP Binuang yang menjadi Penanggung Jawab OPSIN Provinsi Kalimantan Utara untuk  meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelaporan data perkembangan  optimalisasi pemanfaatan alsintan dan  LTT  secara rutin dan real time.

Mewakili  Kepala Dinas  Pertanian Kabupaten Bulungan, Sekretaris Dinas Pertanian Bapak Sarifuddin   membuka secara resmi Pelatihan.  Dalam sambutannya Sarifuddin meminta kepada peserta untuk sungguh-sungguh mengikuti dan mengambil manfaat dari pelatihan, dan selanjutnya diharapkan dapat mengimplementasikan dengan mendorong dan membimbing petani di wilayah kerja masing-masing untuk mengoptimalkan bantuan alsintan khususnya rice transplanter yang sudah diterima.

Selanjutnya  Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang,  Dr. Ir. Yulia Kurniawati, M.Si Mengatakan “Segera mendorong Penyuluh Pertanian dan Babinsa  untuk mengoptimalkan pemanfaatan alsintan dalam rangka meningkatkan percepatan tanam, produksi dan kualitas hasil produksi”.   Lebih lanjut Yulia meminta kepada Penyuluh Pertanian menggerakkan petani untuk berusahatani tani tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tapi pada skala ekonomi.  Karena itu cara bertani yang dilakukan perlu dirubah, yang tadinya secara manual menjadi mekanisasi (aw).

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *