Pentingnya Manajemen bagi Dunia Pertanian

Category:

Dalam mencapai sebuah tujuan tentu kita perlu sebuah metode atau cara untuk menggapai tujuan tersebut, selain itu rela mengikuti segala proses yang harus dilalui pula. Seperti halnya dalam masalah pertanian, untuk mencapai swasembada pangan maka banyak langkah dan banyak perjuangan yang harus ditempuh dan harus banyak elemen yang terlibat, baik petani, ilmuwan, metode tekonolgi dan inovasi yang akan digunakan mencapai tujuan itu.

Jika dilihat dari tingkat kegigihan dari petani di Indonesia, kita patut acungkan jempol karena mereka bekerja sudah maksimal namun hasil perolehannya ketika panen tiba tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Hal ini harus kita cari sumber utamanya kenapa hal tersebut terjadi. Kerja keras harus dibarengi dengan berbagai metode yang bagus, karena dalam sebuah proses pasti mengalami banyak kendala, hambatan bahkan sebuah gangguan yang datang secara tiba tiba dan tentunya harus ditangani secara cepat agar tidak menjadi penghambat dari proses tersebut ditengah jalan. Oleh karena itu, dalam sebuah proses menuju hasil seperti pertanian di Indonesia kita harus melihat kembali manajemen yang digunakan dalam pertanian Indonesia.

Umumnya orang mengartikan manajemen pertanian adalah sebuah usaha mengatur hasil pertanian agar menghasilkan hal yang profit, kegiatan ini indentik dengan proses bisnis pertanian pascapanen, namun berbeda pengertiannya manajemen pertanian bagi negara China.

Manajemen pertanian di China adalah merupakan satu rangkaian mata rantai yang tak terputus bagi dunia pertanian mulai dari lembaga yang menangani masalah pertanian, kondisi lahan, pembenihan, proses selama menanam hingga masa panen tiba. Setelah panen pun masih perlu penanganan khusus bagi petani karena hasil panen akan dijual ke mana dengan harga berapa. Rangkaian ini tidak berjalan begitu saja tanpa ada pengawalan dari pemerintah sebagai penanggung jawab kemakmuran rakyatnya. Oleh karena itu pemerintah China menerapkan kebijakan yang prorakyat dalam mencapai tujuan kemakmuran rakyatnya. Agar tulisan jelas arahnya maka kita batasi pada jenis pertanian yang dibahas, yaitu pertanian tanaman padi, untuk pertanian tanaman padi beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain:

Kebijakan Lahan dan Pemenuhan Fasilitas bagi Kebutuhan Lahan

Tanah seluruh penjuru China adalah milik negara dan jika ada yang berminat menggarap tanah/lahan tersebut maka wajib menyewa kepada negara. Besarnya nilai sewa pun ditentukan dari kondisi kesuburan tanah, semakin subur tanah tersebut maka semakin mahal nilai sewa. Ketika petani sudah siap menggarap lahan yang disewa maka pemerintah memberikan subsidi. Besarnya subsidi tergantung dari kondisi kesuburan lahan dengan besarnya subsidi dihitung per mu (亩) atau seper lima belas ha lahan.

Agar subsidi yang diberikan tidak terbuang sia sia, maka pemerintah menetapkan capaian hasil panen dari hasil menggarap lahan, misalnya hasil yang harus dicapai dalam 1 ha lahan padi harus menghasilkan 10 ton beras. Jika capaian ini dapat dilaksanakan petani maka nilai subsidi pun agar tetap dipertahankan oleh pemerintah.

Kebijakan Benih dan Inovasinya

Ketika sewa lahan sudah dilakukan dan pemberian subsidi kepada petani sudah dilaksanakan, maka tugas pemerintah adalah memberikan benih padi unggulan sesuai dengan kondisi tingkat kesuburan daerah tanamnya. Pengadaan benih ini tidak lepas dari peran ilmuwan yang bereksperimen mencari formula terbaik guna menghasilkan benih unggulan yang sesuai dengan kondisi lahan, tingkat kesuburan, kondisi cuaca dan perubahan iklim mengingat China memiliki 4 musim.

Kondisi 4 musim ini memaksa ilmuwan bekerja ekstra untuk menemukan hasil benih yang cepat panen dengan hasil melimpah, agar para ilmuwan mudah memahami karakter benih yang dibutuhkan seluruh petani maka Ilmuwan disebar di seluruh penjuru China, yaitu melalui universitas pertanian seluruh China.

Beberapa inovasi yang digunakan ilmuwan dalam pemilihan dan penentuan benih padi difasilitasi oleh negara mulai dari biaya, tempat atau laboratorium dan fasilitas lain yang dapat mendukung diperolehnya hasil benih padi yang cocok dan berkualitas tinggi. Selain benih, beberapa inovasi yang disiapkan pemerintah China untuk petani adalah ketersediaan alat bantu pengolahan sawah seperti traktor yang digunakan guna membajak sawah, pemerintah China menyiapkan ahli bidang mesin untuk menciptakan alat bajak sawah, berbagai inovasi pembuatan alat pengolah sawah yang mudah dan ringan dalam biaya perawatannya selalu dilakukan yang sesuai dengan kebutuhan petani.

Peran Pemerintah ketika Masa Tanam

Lahan dan benih serta alat yang digunakan guna mendukung proses pengolahan sawah telah dikawal oleh pemerintah, maka langkah selanjutnya adalah mengenai proses bercocok tanamnya. Dalam bercocok Tanam banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah China, di antaranya adalah penyedia sistem irigasi guna pemenuhan kebutuhan air selama masa tanam. Hal ini penting diutamakan mengingat China adalah daratan penuh pegunungan/perbukitan dan memiliki kondisi sungai besar yang hampir tersebar di seluruh penjuru China.

Jika mengandalkan sungai sebagai sumber utama dalam pemenuhan irigasi maka hal ini sangat sulit terealisasi mengingat posisi sungai dan lahan pertanian yang tidak memungkinkan. Solusi yang digunakan dalam pemenuhan kebutuhan irigasi adalah dengan menggunakan sistem genangan (embung) dengan jumlah genangan lebih dari satu sesuai dengan cakupan kebutuhan air irigasi dan sumber air genangan berasal dari air yang mengalir di kaki bukit.

Ketika kebutuhan air tersedia, maka langkah yang dilakukan pemerintah ketika musim tanam adalah pengadaan ketersediaan pupuk dan obat obatan, pemantauan secara intens perkembangan selama masa tanam.

Pengadaan Ketersediaan Pupuk dan Obat-obatan

Sedia payung sebelum hujan, kata pepatah ini yang digunakan petani ketika sudah datang musim tanam tiba. Apa yang dipersiapkan petani ketika datangnya musim tanam?

Langkah yang diambil petani ketika musim tanam tiba adalah menyediakan semua kebutuhan pupuk dan obat-obat di rumahnya. Hal ini dilakukan karena beberapa sebab di antaranya mengatasi kelangkaan barang, menghindari terjadi tindakan culas oleh orang-orang tidak bertanggung jawab dengan kata lain menghindari terjadinya penimbunan pupuk dan obat-obatan oleh oknum. Dengan langkah ini pemerintah dapat mengetahui kebutuhan total pupuk petani dan obat-obat disesuaikan oleh luas garapan setiap petani.

Dalam memperoleh pupuk dan obat-obatan, petani tidak mengalami berbagai kendala karena setiap desa sudah tersedia tempat yang menyediakan stok pupuk dan obat-obatan. Harga yang digunakan untuk seluruh China adalah sama, kedudukan dan keberadaan penyedia pupuk dan obat-obatan telah mendapat ijin dari pemerintah China.

Pemantauan Selama Masa Tanam

Hal terpenting dalam masalah bercocok tanam terutama padi adalah ketika masa tanam dari pertama tanam hingga panen tiba. Hasil penelitian menunjukkan pada usia padi di atas 10 hari padi banyak mengalami gangguan terutama hama baik dari dalam tanah maupun dari luar tanaman.

Usia 10 hari adalah usia di mana daun padi sudah mulai hijau dan akar sudah mulai kuat. Hama yang sering menyerang pada usia ini adalah ulat daun dan belalang yang menghabiskan daun padi sehingga proses fotosintesis padi menjadi berkurang dan hal ini mempengarauhi perkembangan padi. Cara mengatasinya yaitu dengan cara disemprot insektisida. Jika hama ulat dan belalang sudah dapat diatasi maka pemulihannya adalah dengan memberikan nutrisi bagi pertumbuhan padi dengan cara pupuk.

Hama paling sulit adalah ulat yang berada di dalam tubuh padi. Hama ini menyerang rata-rata ketika usia padi 25 – 30 hari (masa tumbuh kembang padi). Ciri-ciri padi yang terkena hama ini adalah tiba-tiba batang dan daun berubah warna menjadi kuning atau merah dan lama-kelamaan tanaman padi akan amblas. Di Indonesia hama ini sering menyerang tanaman petani bahkan mengakibatkan gagal tanam dan gagal panen. Petani China dalam mengatasi hama ini cukup dengan menyemprotnya dengan obat ulat yang telah disediakan oleh pemerintah hasil penemuan para ahli obat obatan pertanian.

Hal yang berbeda dari China adalah adanya pemantauan langsung oleh pemerintah selama masa tanam. Pemantauan ini berupa kesiapsiagaan ilmuwan bidang pertanian mengenai masalah-masalah yang terjadi selama masa tanam. Jika di pertengahan terjadi serangan hama dan sifatnya baru, tindakan cepat untuk mencari tahu jenis hama apa yang menyerang dan bagaimana langkah mengatasinya.

Ilmuwan-ilmuwan yang tersebar seluruh China akan mudah mendapat informasi permasalahan selama masa tanam karena petani bertindak cepat melaporkan kejadian yang dialami ke lembaga yang menangani pertanian di tingkat desa. Jika pada tingkat desa tidak dapat mengatasinya, akan naik pada tingkat di atasnya dan jika permasalahannya sudah sampai pada tingkat nasional, maka menjadi permasalahan negara dan menjadi koreksi bagi masa tanam ke depannya. Tindakan cepat yang dilakukan tidak sebatas wacana namun langsung dicari solusinya. Jika jenis hama baru, maka secepatnya dicari formula terbaru.

Peran dan Kebijakan Pemerintah ketika Panen

Dalam satu tahun, petani dapat memanen sebanyak tiga kali, yaitu di bulan Juli, bulan Oktober, dan terakhir di bulan Desember. Ketika panen tiba, pemerintah China tetap memegang peranan penting dalam masalah pertanian karena ketika panen tiba semua petani panen raya. Strategi yang digunakan pemerintah China dalam mengatur hal ini di antaranya panen pertama pemerintah mewajibkan hasil panen masuk gudang petani untuk stok selama satu tahun, panen kedua, dan ketiga, dijual ke negara untuk stok kebutuhan beras bagi masyarakat di luar petani seperti daerah kota selama satu tahun. Strategi ini terbukti efektif karena petani secara mandiri sudah memenuhi kebutuhan persediaan pangannya selama satu tahun.

Selain strategi di atas, peran pemerintah ketika panen tiba adalah kebijakan penetapan harga. Ketika petani akan menjual gabah ketentuan yang diterapkan adalah pertama, gabah yang dijual adalah gabah kering sehingga berat bersihnya terukur. Kedua, menjual gabah boleh langsung ke negara atau ke tengkulak. Harga yang ditetapkan adalah harga pasar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sehingga tidak ada pembelian harga lebih murah atau lebih mahal.

Walaupun hasil pertanian China bagus namun tidak dapat dipungkiri bahwa ternyata pemerintah China masih bergantung pada impor beras dari negara lain seperti Vietnam. hal ini disebabkan tingginya populasi warga, terbatasnya lahan pertanian padi. Akan tetapi jumlah impor tidak dominan karena sebagian besar kebutuhan pangan terutama beras telah dapat dipenuhi.

Kesimpulan

Secara garis besar, manajemen pertanian di China dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai hasil pertanian yang maksimal dan swasembada pangan yang sempurna maka peran pemerintah adalah yang paling utama. Pengadaan fasilitas irigasi, alat pengolah sawah, pupuk dan obat obatan, ilmuwan guna membantu petani dalam menghadapi berbagai masalah dalam bercocok tanam serta peran ilmuwan dalam menemukan inovasi-inovasi baru yang dapat menguntungkan petani serta peran pemerintah dalam mengatur dalam distribusi dan pemenuhan persediaan pangan pascapanen sangat perlu diutamakan sehingga dalam realisasi di lapangan masing-masing orang sudah diletakkan pada keahliannya masing-masing. Pemerintah sebagai pemegang kebijakan, ilmuwan sebagai pencari solusi dan inovasi dalam dunia pertanian, tengkulak sebagai penanggung jawab masalah pascapanen dan petani eksekutor langsung di lapangan sehingga apa yang telah ditetapkan pemerintah dan hasil temuan ilmuwan petani hanya melaksanakan di lapangan. Adapun jika ada masalah dalam proses tanam, petani dapat mengembalikan kepada pihak yang berkompeten dalam bidangnya.

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *