Percepat LTT, Puluhan Petani Tapal Batas Ikuti Pelatihan

Category:

SEBATIK, BBPP – Pembekalan pengetahuan tentang budidaya tanaman dan produksi padi sawah digelar Balai Besar Pelatihan Petani (BBPP) Binuang kepada puluhan petani anggota Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Pembekalan bertajuk Pelatihan Penguatan Kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) dalam mengelola usaha tani ini dilangsungkan selama lima hari, tepatnya dari 5 hingga 10 September 2018 di P4S Maspul Dua, Desa Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Kaltara.

Puluhan peserta ini dilatih instruktur dari P4S Maspul Dua dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sebatik. Pelatihan ini sendiri menggunakan anggaran dari BBPP Binuang.

Masjidil, pelatih dari P4S Maspul Dua mengatakan, selama pelatihan peserta akan diberikan pengetahuan dan keterampilan terkait penyiapan lahan menggunakan traktor roda dua (TR2), penyiapan bibit, penanaman menggunakan rice transplanter, Pengendalian Organisme Penggangu tanaman (OPT), panen dan pasca panen menggunakan combine harvester serta pengetahuan materi kemitraan usaha tani.

Sementara itu, salah seorang pelatih dari PPL, Khomsun mengungkapkan, kegiatan yang digelar BBPP Binuang ini bertujuan untuk mendukung salah satu program Kementerian Pertanian, yakni program percepatan Luas tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Nunukan.

“Melalui pelatihan ini juga diharapkan para petani belajar non formal untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenai potensi, menyusunan rencana usaha, identifikasi dan mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi sesuai dengan sumber daya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usaha tani lebih efesien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan,” papar Khomsun.

Sebelumnya, Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati mengatakan, pelatihan ini dipandang sebagai salah satu proses belajar mengajar yang cukup efektif. Karena pelatihan ini sangat cocok sebagai metode pembelajaran bagi orang dewasa (andragogy), mengingat sifatnya yang tidak formal.

Proses pembelajaran, lanjut Yulia, dilakukan di P4S, di mana tersedia objek nyata berupa lahan, bahan, alat praktek dan tanaman padi sawah yang dijadikan fokus pelatihan.

“Setelah pelatihan ini diharapakan P4S segera membangun kemitraan kepada Poktan, Gapoktan dan lembaga keuangan, peserta anggota Poktan agar segera membangun sistem jejaring untuk penguatan permodalan. P4S juga dapat dan mampu menampung hasil produksi pertanian dari anggota Poktan. Ini agar petani di Sebatik bisa merubah pola pikirnya dalam berusaha tani padi dari Indeks Pertanaman (IP) 200 menjadi IP 300,” tutup Yulia.[abs/mia]

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *