Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Tematik Rumah Pangan Lestari Angkatan II di Sanggau

Category:

SANGGAU, HUMAS- Motivasi sekaligus pembinaan ketahanan pangan kepada masyarakat, menjadi komitmen Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. Untuk itu, bersama Dinas Ketahanan Pangan TPH Perikanan Kabupaten Sanggau, BBPP Binuang menggalakkan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Satu di antara pembinaan itu, yakni menggelar Pelatihan Tematik Rumah Pangan Lestari bagi Pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Pengurus Dasa Wiswa dari sebelas Desa se-Kecamatan Kembayan.

Pelatihan ini yang diikuti sebanyak 30 orang ini digelar selama tiga hari bertempat di BPP Kembayan dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan TPH Perikanan Sanggau, Ir John Hendri M.Si, Rabu (10/4/2019).

John mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan untuk lebih mengoptimalkan diversifikasi pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan tujuan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi keluarga serta masyarakat melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan secara lestari.

“Seperti memelihara ternak, ikan dan pengolahan hasil limbah rumah tangga menjadi kompos, serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih, sehat secara mandiri,” terang John.

Untuk materi pelatihan yang diberikan BBPP Binuang antara lain; menyusun pola pangan beragam, bergizi, berimbang dan aman. Kemudian; mendesain pemanfaatan pekarangan, membuat pupuk organik, membuat pestisida nabati, serta memberdayakan kelembagaan dan usaha Kelompok Wanita Tani (KWT).

Pada pelatihan ini, Widyaiswara BBPP Binuang, Susmawati SP MP memaparkan, dalam mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan ada beberapa teknik, antara lain; melalui sistem pot gantung, vertikultur, polybag, tabulampot, hidroponik, bedengan, dan pemanfaatan barang bekas.

“Beberapa hal lain yang perlu diperhatikan dalam mengoptimalkan manfaat pekarangan, ialah dengan mempersiapkan media tanam, menentukan jenis tanaman, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pengairan, pemanenan, rotasi tanaman, dan pengolahan hasil pekarangan sesuai dengan potensi dan kearifan lokal sehingga dapat terwujudnya KRPL,” pungkasnya.[bayu]

Bagikan :

TAGS:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *